Kamis, 25 April 2013

Microsoft Ungkap Statistik Aplikasi Windows Phone

Microsoft mengumumkan beberapa statistik aplikasi Windows Phone di sela-sela pesta gadget Mobile World Congress 2013 yang tengah berlangsung di Barcelona, Spanyol.

Salah satu statistik yang paling menarik perhatian adalah jumlah aplikasi Windows Phone yang telah tersedia di toko aplikasinya. Microsoft menyatakan, saat ini sudah terdapat sekitar 130.000 aplikasi dan game yang bisa diunduh pengguna dari Windows Phone Store.

"Aktivitas di Windows Phone Store mengalami peningkatan yang signifikan, tertinggi dalam sejarah kami, pengunduhan aplikasi naik 75 persen, pendapatan dari aplikasi berbayar naik 91 persen, dan tercatat terdapat lebih dari 1 miliar transaksi," tulis Head of Windows Phone App Ecosystem Todd Brix di blog resmi Windows Phone Developer, Senin (25/2/2013).

Selain itu terdapat peningkatan jumlah rata-rata aplikasi yang diunduh oleh pengguna. Satu pengguna tercatat rata-rata mengunduh aplikasi di Windows Phone Store sebanyak 55 kali. Tingginya angka ini berkat aplikasi-aplikasi populer, seperti WhatsApp, Facebook, dan Twitter.

Jumlah aplikasi yang meningkat drastis tak lepas dari peran para pengembang aplikasi atau developer dari seluruh dunia. Jumlah developer Windows Phone, diklaim Microsoft, bertambah sebanyak 40.000 orang dalam kurun waktu 90 hari setelah peluncuran Windows Phone 8.

Microsoft mengatakan, Windows Phone 8 SDK alias tools pengembangan aplikasi Windows Phone 8 pun telah diunduh sebanyak 500.000 kali sejak diluncurkan empat bulan lalu.

Untuk membantu developer memantau aplikasi yang telah masuk ke Windows Phone Store, Microsoft menyediakan aplikasi Dev Center yang dapat diunduh dari link ini.

Aplikasi ini memungkinkan tim developer memantau jumlah unduhan aplikasi buatannya tanpa perlu masuk ke situs Dev Center. Selain itu, disajikan pula statistik aplikasi, seperti jumlah crash, pembayaran, dan metriks lainnya.

Selasa, 23 April 2013

Game "Bandung" INheritage Sudah Antre di App Store

Game bergenre shoot 'em up besutan Tinker Games berjudul INheritage: Boundary of Existence kini tengah menanti persetujuan dari App Store untuk bisa tampil di pasar aplikasi dan bisa dibeli oleh pengguna. Tinggal menunggu waktu saja sebelum game yang mengangkat corak budaya Jawa Barat ini bisa dimainkan di perangkat iOS.

Kepastian tersebut diutarakan oleh Jeffin Andria Prabowo, Chief Operating Officer (COO) Tinker Games, yang ditemui di studio mereka di Bandung, Kamis (18/4).

INheritage adalah game shooter dua dimensi yang mengisahkan penjaga bernama Nala yang berkeliling di beberapa kota untuk menyelidiki gangguan disebabkan oleh bangsa yaksa atau setengah siluman.

"Kami tinggal menunggu masukan dari pengelola App Store bila ada bug atau sesuatu yang masih harus dipoles lagi," kata Jeffin.

Ada beberapa stage yang bisa dimainkan yakni Bandung, Bogor, Sukabumi, dan Garut. Setiap kota memiliki Arca atau pelindung yang harus ditundukkan Nala dalam hujan peluru penuh warna.

Jeffin mengungkapkan, ada satu stage baru berikut arca yang akan diungkapkan saat game ini tersedia di App Store.

INheritage dimainkan dengan menggerakkan Nala yang bergerak menghindari hujan peluru yang dikeluarkan musuh yang bertebaran di layar. Dia bisa mengeluarkan serangan khusus yang dipicu dengan pola sapuan tangan tertentu.

Game ini mulai digarap sejak bulan September 2011. Salah satu yang membuat karya ini diperbincangkan adalah pemanfaatan komponen budaya dalam game seperti hewan macan, domba, elang, hingga motif batik.

Senin, 22 April 2013

Game Horor Bandung Masih Butuh Dana

Game horor DreadOut besutan pengembang asal Kota Bandung, Digital Happiness, masih membutuhkan dukungan dana untuk merampungkan produk mereka. Melalui situs crowdfunding, Indiegogo, mereka berharap bisa mendapatkan tambahan 25.000 dollar AS tapi sudah 19 hari dan mereka hanya mendapat 5.093 ollar AS saja.

Berdasarkan laman mereka di situs Indiegogo, DreadOut mendapatkan sokongan dari 179 donatur dengan nominal beragam. Dari lokasi penyumbang, sebagian besar justru berasal dari luar Indonesia.

Hal ini justru berkebalikan dengan respon yang diterima setelah demo DreadOut diluncurkan pada tanggal 31 Maret. Tanggapan positif diterima dengan video ulasan yang salah satu bahkan ditonton lebih dari satu juta kali.

"Sebetulnya hal ini sudah diprediksikan sebelumnya," kata Rachmad Imron, Game Producer Digital Happiness, saat ditemui di kantornya, Kamis (18/4).

Menurut Imron, salah satu kendala dalam crowdfunding adalah ketentuan mengenai penggunaan akun berbayar seperti Paypal sementara kepemilikan di Indonesia terbilang rendah. Belum lagi kartu kredit.

Pemanfaatan dana sebesar itu dijelaskan secara gamblang oleh Imron dalam laman Indiegogo. Ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi seperti gaji karyawan, mendapatkan tenaga kontrak, serta mencari kantor baru yang lebih besar kapasitasnya.

Beruntung, lanjut Imron, pihaknya memilih skema investasi fleksibel. Artinya, mereka masih bisa menerima berapapun dana yang berhasil dikumpulkan meski belum mencapai target. Konsekuensinya adalah potongan yang lebih besar bagi Indiegogo yakni 9 persen.

Skema serupa tidak bisa ditemui di situs crowdfunding lainnya, Kickstarter, yang lebih ketat. Bila tidak terpenuhi, uang yang terkumpul bakal dikembalikan kepada para backer, istilah bagi donatur. Kickstarter sendiri hanya bisa diikuti oleh perusahaan yang berdomisili di Amerika Serikat.

Bila target benar-benar tidak terpenuhi, Imron memastikan DreadOut tetap dirilis meski bakal lebih lambat bila dibandingkan setelah mendapatkan pendanaan tambahan. Dia tidak bisa menjelaskan pasti bulan peluncuran kecuali berkata siap beredar tahun 2013 ini.

Masih ada waktu 31 hari lagi menjelang pengumpulan sumbangan ditutup. Imron mengungkapkan bahwa pengerjaan DreadOut sudah mencapai 40 persen dari posisi rampung.

DreadOut adalah game horor yang menempatkan tokoh protagonis bernama Linda yang terdampar bersama teman-temannya di sebuah desa kosong penuh hantu. Disana dia harus mencari teman-teman yang menghilang sembari mengungkap misteri dibalik tempat tersebut.

Digital Happiness merilis game ini untuk platform PC. Hingga kini belum ada pembicaraan untuk mempersiapkan versi mobile. (eld)

Minggu, 21 April 2013

Galaxy Note 10.1, Makin Lebar untuk Menggambar

Perkembangan layar sentuh capacitive seakan menihilkan kebutuhan akan stylus. Tak lagi perlu alat bantu, interaksi dengan gadget bisa dilakukan langsung dengan sentuhan tangan.

Tapi segala jenis sentuhan tangan ternyata belum bisa menggantikan peran pena di atas kertas untuk kebutuhan tertentu. Terutama, tentunya, kebutuhan yang terkait gambar-menggambar seperti desain grafis, olah foto atau sekadar corat-coret ide.

Oleh karena itu, mungkin inovasi terbaik yang pernah dilakukan Samsung pada Android adalah menambahkan stylus pada Galaxy Note. Penambahan stylus yang dilakukan Samsung berbeda dengan yang dilakukan vendor lain. Sejauh ini, S Pen Samsung termasuk yang paling lancar di Android.

Galaxy Note boleh dibilang sukses sebagai sebuah perangkat semi-tablet yang digunakan untuk menggambar. Maka langkah logis selanjutnya adalah memperluas permukaan layarnya: lahirlah Galaxy Note 10.1.

Dengan layar lebih luas, Galaxy Note 10.1 sungguh-sungguh sebuah tablet. Tapi, apakah inovasinya berhenti di sekadar "menambahkan stylus pada Galaxy Tab 2"? Mari simak bersama dalam ulasan KompasTekno ini.

Sabtu, 20 April 2013

Layar 5,9 Inci Galaxy Note III Anti-Pecah?

Galaxy S4 memang tak dilengkapi dengan semacam layar anti-pecah, namun, penerus Galaxy Note II bisa saja mengusung jenis komponen tersebut.

Hal itu disampaikan oleh situs berbahasa Korea Asia yang dikutip oleh Unwired View. Kaca anti-pecah, menurut situs tersebut, akan menjadi salah satu fitur andalan Galaxy Note III ketika diluncurkan nanti.

Bukan hanya tidak bisa pecah bila jatuh atau dibanting, layar Galaxy Note III disinyalir akan turut panel display AMOLED fleksibel dengan resolusi 1920x1280. Ukuran layar ini disebut mencapai 5,9 inci.

Soal spesifikasi lainnya, Galaxy Note III dikatakan bakal dibekali dengan prosesor 8-core (4+4) Exynos 5 Octa, RAM 2GB, kamera 8 megapixel, OS Android 4.2 Jelly Bean, serta storage dan baterai berkapasitas besar.

Tak ada informasi soal desain, tapi boleh jadi Galaxy Note III tidak akan jauh berbeda dari pendahulunya.

Perangkat ini disinyalir akan diperkenalkan oleh Samsung pada eksebisi IFA 2013 di Berlin, 6-11 September mendatang. Sejauh ini, Samsung telah berhasil menjual lebih dari 5 juta unit Galaxy Note II.