Game horor DreadOut besutan pengembang asal Kota Bandung,
Digital Happiness, masih membutuhkan dukungan dana untuk merampungkan
produk mereka. Melalui situs crowdfunding, Indiegogo, mereka berharap bisa mendapatkan tambahan 25.000 dollar AS tapi sudah 19 hari dan mereka hanya mendapat 5.093 ollar AS saja.
Berdasarkan laman mereka di situs Indiegogo,
DreadOut mendapatkan sokongan dari 179 donatur dengan nominal beragam.
Dari lokasi penyumbang, sebagian besar justru berasal dari luar
Indonesia.
Hal ini justru berkebalikan dengan respon yang
diterima setelah demo DreadOut diluncurkan pada tanggal 31 Maret.
Tanggapan positif diterima dengan video ulasan yang salah satu bahkan
ditonton lebih dari satu juta kali.
"Sebetulnya hal ini sudah
diprediksikan sebelumnya," kata Rachmad Imron, Game Producer Digital
Happiness, saat ditemui di kantornya, Kamis (18/4).
Menurut Imron, salah satu kendala dalam crowdfunding
adalah ketentuan mengenai penggunaan akun berbayar seperti Paypal
sementara kepemilikan di Indonesia terbilang rendah. Belum lagi kartu
kredit.
Pemanfaatan dana sebesar itu dijelaskan secara gamblang
oleh Imron dalam laman Indiegogo. Ada beberapa kebutuhan yang harus
dipenuhi seperti gaji karyawan, mendapatkan tenaga kontrak, serta
mencari kantor baru yang lebih besar kapasitasnya.
Beruntung,
lanjut Imron, pihaknya memilih skema investasi fleksibel. Artinya,
mereka masih bisa menerima berapapun dana yang berhasil dikumpulkan
meski belum mencapai target. Konsekuensinya adalah potongan yang lebih
besar bagi Indiegogo yakni 9 persen.
Skema serupa tidak bisa
ditemui di situs crowdfunding lainnya, Kickstarter, yang lebih ketat.
Bila tidak terpenuhi, uang yang terkumpul bakal dikembalikan kepada para
backer, istilah bagi donatur. Kickstarter sendiri hanya bisa diikuti
oleh perusahaan yang berdomisili di Amerika Serikat.
Bila
target benar-benar tidak terpenuhi, Imron memastikan DreadOut tetap
dirilis meski bakal lebih lambat bila dibandingkan setelah mendapatkan
pendanaan tambahan. Dia tidak bisa menjelaskan pasti bulan peluncuran
kecuali berkata siap beredar tahun 2013 ini.
Masih ada waktu 31
hari lagi menjelang pengumpulan sumbangan ditutup. Imron mengungkapkan
bahwa pengerjaan DreadOut sudah mencapai 40 persen dari posisi rampung.
DreadOut adalah game horor yang menempatkan tokoh protagonis bernama
Linda yang terdampar bersama teman-temannya di sebuah desa kosong penuh
hantu. Disana dia harus mencari teman-teman yang menghilang sembari
mengungkap misteri dibalik tempat tersebut.
Digital Happiness
merilis game ini untuk platform PC. Hingga kini belum ada pembicaraan
untuk mempersiapkan versi mobile. (eld)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar