Perkembangan layar sentuh capacitive seakan menihilkan
kebutuhan akan stylus. Tak lagi perlu alat bantu, interaksi dengan
gadget bisa dilakukan langsung dengan sentuhan tangan.
Tapi
segala jenis sentuhan tangan ternyata belum bisa menggantikan peran pena
di atas kertas untuk kebutuhan tertentu. Terutama, tentunya, kebutuhan
yang terkait gambar-menggambar seperti desain grafis, olah foto atau
sekadar corat-coret ide.
Oleh karena itu, mungkin inovasi
terbaik yang pernah dilakukan Samsung pada Android adalah menambahkan
stylus pada Galaxy Note. Penambahan stylus yang dilakukan Samsung
berbeda dengan yang dilakukan vendor lain. Sejauh ini, S Pen Samsung
termasuk yang paling lancar di Android.
Galaxy Note boleh
dibilang sukses sebagai sebuah perangkat semi-tablet yang digunakan
untuk menggambar. Maka langkah logis selanjutnya adalah memperluas
permukaan layarnya: lahirlah Galaxy Note 10.1.
Dengan layar
lebih luas, Galaxy Note 10.1 sungguh-sungguh sebuah tablet. Tapi, apakah
inovasinya berhenti di sekadar "menambahkan stylus pada Galaxy Tab 2"?
Mari simak bersama dalam ulasan KompasTekno ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar